Mari Kita tingkatkan kebersamaan dalam membangun, dengan tidak mengesampingkan adat-budaya kita !!

Selasa, 31 Januari 2012

BAHASA PANGUNRAUN

Bahasa Pangunraun merupakan bahasa Ma'anyan kuno yang dipergunakan pada waktu adanya persaudaraan suku Ma'anyan pertama yang disebut dengan NANSARUNAI gunung rumung - ipah bawai..
Sedangkan asal-usul manusia Ma'anyan pertama dari Gumi Laliku Ma'eh (atau yang kita kenal dengan Taman Eden), itu menurut beberapa sumber literatur yang saya baca..
Bahasa Ma'anyan saat ini adalah bahasa yang sudah termodifikasi sesuai dengan kondisi masing-masing pembawa bahasa itu sendiri yang terbagi menjadi 3 (tiga) pokok Leut atau lagam bahasa yang umum digunakan sampai dengan sekarang, yakni;
- bahasa Ma'anyan Paju Epat,
- bahasa Ma'anyan Paju Sapuluh, dan
- bahasa Ma'anyan Paju Dime (banua lima)
disamping itu yang merupakan bahasa Ma'anyan turunan ada juga bahasa Dusun Ma'anyan yang mendominasi daerah aliran sungan Barito yang tersebar di Kecamatan Dusun Selatan Barito Selatan seperti Desa Kalahien, Pararapak, Tanjung Jawa, Mabuan, Ripung, dan sekitarnya.
Bahasa Ma'anyan Pangunraun sering kita dengar sangat unik dibawakan oleh Mantir-mantir Adat Ma'anyan pada saat Perkawinan Adat Ma'anyan seperti pada saat Natas Banjang dan Turus Tajak..
Harapan saya kedepan, agar bahasa yang digunakan tersebut dapat dibukukan karena generasi sekarang tidak ada yang menguasai bahasa Pangunraun tersebut..