Mari Kita tingkatkan kebersamaan dalam membangun, dengan tidak mengesampingkan adat-budaya kita !!

Rabu, 25 Mei 2011

LESTARIKAN BUDAYA TRADISIONAL

TARI GIRING-GIRING..

Apakah anda sadar, gambar tarian dayak yang ada pada uang pecahan Rp. 2.000,- itu adalah tarian adat Ma'anyan yang disebut tari Giring-giring / tari gangereng. Tarian giring-giring pada kalangan suku dayak Ma'anyan, merupakan tarian khas untuk acara dalam penyambutan tamu terhormat (bagi yang siapapun yang pertamakali datang ke wilayahnya, suku Maanyan menganggap suatu kehormatan).
Akan tetapi saat ini, saya sangat jarang sekali menyaksikan tarian giring-giring baik dalam penyambutan tamu resmi maupun dalam acara adat perkawinan Dayak Maanyan. Hal tersebut membuat saya prihatin bahwa suatu saat tarian tradisional ini akan lenyap, bahkan paten-nya diambil dari daerah lain. Perlu diketahui, bahwa tari giring-giring sejatinya berasal dan dilestarikan diwilayah Kabupaten Barito Selatan dan Barito Timur yang notabene dihuni sebagian besar suku Ma'anyan..
Beberapa kali saya sarankan kepada para penggiat sanggar tari, agar mereka menampilkan tarian giring-giring pada acara perkawinan adat suku Dayak Ma'anyan agar khasanah budaya kita jangan sampai rapuh dan lenyap. Sebab usul saya tersebut dirasa sangat beralasan karena dalam acara perkawinan adat Ma'anyan ada salah satu sesi yang berhadap-hadapan dengan tamu baru, dimana calon mempelai pria berada pada luar pagar (banjang). Nah, pada acara adat Natas Banjang inilah yang saya maksudkan untuk ditampilkan tarian giring-giring, baru setelah Iwurung Juwe ditampilkan tarian gelang  (Dadas dan Bawo).
Hal tersebut semua saya maksudkan semata hanyalah untuk menjaga kelestarian khasanah budaya kita, karena bukan mustahil jika suatu saat tari giring-giring ini yang (menurut saya) nilai plus budaya kita nantinya akan terkenal di Kalimantan Selatan, padahal asal-muasalnya dari wilayah Barito Selatan dan Timur. itu terjadi jika kita tidak menjaga, melestarikan, serta mempromosikan berbagai budaya adat kita orang penduduk asli tanah Barito yaitu DUSMALA.
Sebagai bahan renungan dan contoh kecil ;
Mandai, makanan dari kulit cempedak yang digoreng; tahukah anda?? bahwa asal-muasal orang memakan dan menjadikan mandai sebagai lauk adalah dari Barito (Utara-Selatan-Timur). Sekarang mandai terkenal dikalangan orang Banjar.

Jadi, tugas kita sebagai generasi muda Ma'anyan, harus berperan aktif untuk menjaga, melestarikan serta mempromosikan budaya dan kuliner asli Dayak Maanyan..
disini ada beberapa kuliner asli Ma'anyan / DUSMALA:
Karu'ang, Kaluwit, Wadai Diki Manau / Kakiak Duyu, Bubur Wadai, Wadi Wawui, Tampuyak, dll...